Kamis, 16 Desember 2010

Generasi Anak Ayam

Anak ayam.
Itu sebutan seorang teman terhadap generasi sekarang ini. Generasi kita. Generasi saya dan kamu.

Penjelasannya?? Gampang aja. Anak ayam itu gampang banget digiring- giring. Dimana dilihatnya ada sesuatu yang menarik- makanan, misalnya -disanalah dia akan menuju. Nyebur got, atau nyusruk ke balik semak pun dilakukan hanya demi mendapatkan apa yang dianggapnya menarik itu.

Begitu pun ketika dia melihat teman- temannya berkumpul, disanalah dia akan berada. Nggak peduli itu ditengah jalan yang ramai kendaraan, atau dilapangan yang jauh dari mana- mana asal ada teman- temannya, si anak ayam itu akan merasa aman.

Cupu memang. Tapi begitulah sifat anak ayam. Secara nggak langsung, sifat kayak gitu itu yang diliat sama temen gw itu dari generasi kita.

Coba aja liat, katanya. Setiap ada satu hal yang baru, atau lagi trendy, berbondong-bondong kita mencobanya. Peduli setan hal itu cocok atau nggak sama diri atau kantong kita, yang penting coba aja dulu.

Hal ini juga berlaku pada keseragaman gaya yang terjadi di generasi kita. Suka atau nggak, kata temen gw, muka anak-anak jaman sekarang tuh mirip. Nggak ada yang unik, yang ngebedain mereka satu sama lain. Satu rambutnya bergaya mocit (mohawk citos), lainnya pun begitu. Satu pake converse, lainnya ngikut beli converse. Satu asik ber J-Style, lainnya pun langsung ikutan.

"makanya gw suka ngerasa lagi berada diantara klub orang-orang kembar, kalo lagi jalan ke mal pas weekend...," celoteh temen gw.

Ngedenger celotehnya dan segala teori penuh dendam itu, gw cuma bisa tersenyum. Rada pahit. Solnya gimanapun sinis kedengarannya, apa yg dibilang sama temen gw itu ada benernya juga.

Satu-satunya pembelaan gw- nggak sampe terucap sih, cuma berhenti dikerongkongan- adalah, semua yang terjadi ini adalah sebuah proses. Proses yang wajar dialami oleh anak-anak seumuran kita. Proses yang disebut orang pinter sebagai pencarian jati diri.

Nah, nongol juga satu kekhawatiran di benak gw. Iya kalo proses ini akan berhenti disatu titik, kalo nggak??
Males juga sob! Masa iya sih, seumur hidup bakal kita abisin buat mencari jati diri, diantara segala hal yang sifatnya cuma semata?

Sementara temen-temen seumuran kita dibelahan dunia lain udah sibuk memaknai hidup dan lingkungan mereka mereka, bisa-bisa kita masih sibuk ngurusin warna apa lagi yang mau kita semprotin kerambut kita. Konyol kan??

Okelah. Sekarang kita boleh jadi anak ayam. Tapi, please, jangan cuma puas jadi anak ayam kalo emang kita bisa jadi ayam jago.
Setuju sob? (Kid- oest News).

Related Post



Share This
Subscribe Here

0 komentar:

Poskan Komentar

Kritik, Usul, Saran, atau Pujian?
semua Kami terima dengan tangan terbuka!
**TIADA KESAN TANPA KOMEN KAMU!**

Terima Kasih atas Kunjungannya di KID -OEST NEWS.
Share and Comment with me. No spam!

 

Kid-oest News Copyright © 2009 DarkfolioZ is Designed by Bie Blogger Template for Ipietoon
In Collaboration With fifa