Badai

Jangan sangka badai Cuma terjadi di laut dan di film aja. Di daratan juga bisa terjadi. Meski badai di daratan tergolong kecil, badai ini bisa bikin roboh pohon loh.
Sebagai fenomena alam, badai merupakan hal yang biasa terjadi. Apalagi Negara Tropis kayak Indonesia. Kelembaban yang tinggi kadang membuat tekanan udara menjadi sangat drastis. Hal inilah yang kadang mengundang badai terjadi.

Prinsip terjadinya badai mirip dengan terjadinya angin. Udara bergerak cepat dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah udaranya yang bertekanan rendah. Begitu juga dengan badai yang sering terjadi di daerah yang memiliki udara basah, dan angin ekuator. Indonesia masuk dalam kategori ini. Yang terjadi di Indonesia termasuk dalam kategori badai tropis yang berkekuatan 54,7 sampai 117,5 Km per Jam.

Secara teori terjadinya badai dapat di gambarkan sebagai berikut : udara yang basah dan hangat dari laut naik keatas dengan sangat cepat. Ketika naik, udara hangat ini berkondensasi membentuk awan badai dan butiran air hujan. Panas yang dilepaskan kondensasi ini disebut Latent Heat of condensation. Yang fungsinya menghangatkan dan mendorong udara dingin diatasnya. Udara yang naik tersebut dig anti oleh udara yang lembab dari laut.

Siklus ini terus berlanjut dan mengundang makin banyak udara lembab membentuk badai dan mendorong panas dari permukaan laut ke atmosfer. Pertukaran panas ini yang pada akhirnya menciptakan angin dengan suatu pusat. Dan terjadilah Badai. (Kid-oest News : dari berbagai sumber).

MPEG – 4 : Standar Audio Paling Oke

MPEG-4 yang di perkenalkan akhir tahun 1998 merupakan jenis audio yang standar coding video dan berhubungan dengan teknologi yang dikeluarkan oleh Moving Picture Expert Group (MPEG). Audio ini aslinya di keluarkan ntuk kepentingan Web (streaming media) dan distribusi CD, percakapan dalam Video Phone, dan siaran TV.

Kelebihan MPEG-4 adalah bisa melakukan kinerja MPEG-1, MPEG-2 dan standar lainnya. Fungsi tambahannya yaitu mendukung VRML (Virtual Reality Modeling Language) untuk rendering 3D. yang paling penting adalah MPEG-4 mampu melakukan fungsi interaktif dalam audio.

Untuk audio, kinerja dan kualitas MPEG-4 di kenal sebagai Advance Audio coding (AAC). AAC ini adalah inti dari MPEG-4, 3GPP dan 3 GPP2. ACC menyediakan kemampuan untuk memadatkan format suara menjadi lebih kecil tetapi kualitasnya jauh lebih baik daripada format lain seperti MP3. Tapi kualitasnya nggak kalah dengan CD Audio.
AAC di kembangkan oleh group MPEG termasuk didalamnya Dolby, Fraunhofer , AT & T, Sony dan Nokia. Perusahaan ini juga mengembangkan Dolby Digital.
Berhubung kualitasnya plus plus, banyak produsen audio yang memakai AAC.

Keunggulan AAC daripada MP3 :

1. Meningkatkan pemadatan audio ke kualitas yang lebih baik dengan ukuran file yang lebih kecil.
2. Mendukung audio multichannel, sampai 48 saluran frekuensi.
3. Resolusi suara yang lebih tinggi sampai 96 kHz. Dengan 128 Kbps (kilo byte per second) AAC mengalahkan MP3 di tingkatan yang sama. Bahakan pada tingkatan 98 Kbps, AAC jauh lebih baik dari MP3 di 128 Kbps.
4. Meningkatkan efisiensi decoding dengan mengurangi energy pemrosesan. (Kid-oest News : dari berbagai sumber).